tiga hari menjelang kepulangan kita kehariban-Nya. aku melihat terputusnya semua ikatan kedunian. menjalani kesunyian sebagai rindu dan ketakutan yang menyedihkan akan arti raga yang pudar. bagaimana mungkin gelap dapat hidup dan punya tubuh yang kaku nanmun dapat tertembus waktu. sedang aku hendak hilang, ibarat matahari terbenan. aku ragu pada mata tuaku! sampaimana tanggan menunjuk? siapaa mau terpasak diam? aaku ragu pada duniaku! sesaat tersadar sisa detak jantung yang terpetakan lebih lemah dari aliran darah itu juga.
terbaring atau bersimpuh, tidak mengerti. ajal tak punya transkrip jadwal. aku hanya pantas mati Berdiri dengan seragam lama orang-orang gila dan murtad. bukan arti hidup yang terbawa ke barzah, hanya serela apa kita pada apa yang telah kita jalani.
hanya tiga hari sebelum liang bimi digali, aku duduk ngeri-keringat takut mati.
masih belum beranjak ego terhadap sumpah, telapak tanggan menempel pada aspal pembalut wajah kota. ingin tau seberapa panas ia, mungkin dapat ku reka suhu neraka. toh manusia selalu bisa beradaptasi . mungkin ada Tuhan yang berbaik hati membagi keabadianya agar aku bisa menutup mata jika ruh keluar dari raga. aku mau melihatmu nanti saja!
sebuah stasiun tulisan akan ide, mimpi, juga sedikit narasi hati yang selalu berteriak ingin ditulis...
Minggu, 09 Januari 2011
Rabu, 17 November 2010
kalo kami lagi ngumpul...
dekat sekali jarak yang memisahkan kita _akh yasin, kapan kita bolos lagi akh? untuk belajar di luar asrama_gila
juga obrolan kita yang tertunda_bang. haryo, jadwal mentoring kita belum rampung sampe sekarang_alhamdulillah
atau coretanmu yang masih sulit ku tandingi_man.edi, ane belum ngaku kalah, masak kungfu dilawan pake tinju
silahkan mengambil segelas air dingin di kulkas. juga ada buah pisang. oh ya, buka puasa lima menit lagi.
obsesi jadi siswa, aku hampir lupa. sekarang status kita lengkap. akh yasin masih Aliayah, ane smester tujuh, bang haryo lagi skripsi dan man edi sedang ambil studi keislaman untuk magisternya. sebaiknya kita selesaikan sambil ngurusin organisasi masing-masing. eh bang, no akhwat-akhwat pulang sore-sore ngak pa-pa? man edi, pinjem jaket bentar ya! soalnya akh yasin ngajak ke luar negeri. ane mau sombong depan anak-anak bemj.
iya akh, ane dah bangun_iya bang, ane fahim. syukron_iya man edi, emang kayak gitu.
jangan gitu akh, serius bang, ah becanda mulu neh man edi.
aku sadar kita tidak bersama lagi. dan memang berat mengikhlaskan kalian. tapi orang-orang masih selalu inget wejangan kalian. masih terkagum-kagum sampe sekarang, malah ada yang ngak nyangka orang kayak kalian pernah ada.
azan noh... buka....
by Didit Sukmana on Wednesday, November 17, 2010 at 11:18pm
juga obrolan kita yang tertunda_bang. haryo, jadwal mentoring kita belum rampung sampe sekarang_alhamdulillah
atau coretanmu yang masih sulit ku tandingi_man.edi, ane belum ngaku kalah, masak kungfu dilawan pake tinju
silahkan mengambil segelas air dingin di kulkas. juga ada buah pisang. oh ya, buka puasa lima menit lagi.
obsesi jadi siswa, aku hampir lupa. sekarang status kita lengkap. akh yasin masih Aliayah, ane smester tujuh, bang haryo lagi skripsi dan man edi sedang ambil studi keislaman untuk magisternya. sebaiknya kita selesaikan sambil ngurusin organisasi masing-masing. eh bang, no akhwat-akhwat pulang sore-sore ngak pa-pa? man edi, pinjem jaket bentar ya! soalnya akh yasin ngajak ke luar negeri. ane mau sombong depan anak-anak bemj.
iya akh, ane dah bangun_iya bang, ane fahim. syukron_iya man edi, emang kayak gitu.
jangan gitu akh, serius bang, ah becanda mulu neh man edi.
aku sadar kita tidak bersama lagi. dan memang berat mengikhlaskan kalian. tapi orang-orang masih selalu inget wejangan kalian. masih terkagum-kagum sampe sekarang, malah ada yang ngak nyangka orang kayak kalian pernah ada.
azan noh... buka....
by Didit Sukmana on Wednesday, November 17, 2010 at 11:18pm
Jumat, 12 November 2010
beginilah masing-masing kami memaknai hidup dan kehidupan
ada sebagian orang mati kehausan di gurun_pelarian,
ada juga yang mati tenggelam di tengah laut_nelayan,
namun lebih banyak orang mati di medan perang_pejuang,
mereka semua punya pilihan untuk mati di tempat lain,
tapi mereka tetap mati di jalan yang mereka yakini merupakan usaha untuk mempertahankan hidup...
hiduplah...
dalam diam tak selalu sunyi menyertai, tak selalu tak berarti, tak selalu mati.
diam memberikan ruang bagi matahati untuk bicara lebih terdengar daripada biasanya, lebih hidup, lebih bermakna.
diam tidak selalu tangis, karena diam kita semakin peka..
pada angin dengan keikhlasan geraknya,
pada matahari dengan semangat bersinarnya,
pada senyuman bula dakam gelap malam,
pada jangkrik yang tidak pernah lelah mempertahankan hidup..
pada laba-laba dengan ketinggian tawakkal dan huznudzonnya..
ternyata diam adalah peluang, tuk berkaca dan berani menatap indahnya Kehidupan.
ada juga yang mati tenggelam di tengah laut_nelayan,
namun lebih banyak orang mati di medan perang_pejuang,
mereka semua punya pilihan untuk mati di tempat lain,
tapi mereka tetap mati di jalan yang mereka yakini merupakan usaha untuk mempertahankan hidup...
hiduplah...
dalam diam tak selalu sunyi menyertai, tak selalu tak berarti, tak selalu mati.
diam memberikan ruang bagi matahati untuk bicara lebih terdengar daripada biasanya, lebih hidup, lebih bermakna.
diam tidak selalu tangis, karena diam kita semakin peka..
pada angin dengan keikhlasan geraknya,
pada matahari dengan semangat bersinarnya,
pada senyuman bula dakam gelap malam,
pada jangkrik yang tidak pernah lelah mempertahankan hidup..
pada laba-laba dengan ketinggian tawakkal dan huznudzonnya..
ternyata diam adalah peluang, tuk berkaca dan berani menatap indahnya Kehidupan.
Langganan:
Postingan (Atom)